Skip to content

Author

Y. Fajriah

2 papers indexed here

We haven’t gathered this author’s papers yet. Follow them and we’ll fetch their work.

Not the right person? Other researchers publish under this name.

Open access Jul 2026

STUDENTS’ EXPERIENCES IN USING PODCASTS TO ENHANCE ENGLISH LISTENING COMPREHENSION

In order to comprehend spoken language and effectively engage in communication, listening is a crucial English language acquisition ability. However, a lack of exposure to real listening materials, new terminology, and pronunciation variations make it challenging for many English as a Foreign Language (EFL) learners to comprehend spoken English. Podcasts have become a popular educational tool that offers meaningful listening experiences and real listening input. The purpose of this study is to investigate how students use podcasts to improve their listening comprehension of English. This study used a qualitative descriptive design. Five pupils from a secondary school in Garut, West Java, Indonesia, took part. Semi-structured interviews and classroom observations were used to gather data. The interactive model put forth by Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, was used to examine the data. The findings revealed four major themes: podcasts enhanced students’ listening comprehension, podcasts created enjoyable learning experiences, students encountered challenges during podcast listening activities, and podcasts increased students’ confidence in learning English. The findings indicate that podcasts provide meaningful listening exposure that supports listening development while creating a more engaging learning environment. Although students experienced difficulties related to unfamiliar vocabulary and pronunciation, they generally perceived podcasts as beneficial for improving listening comprehension. Therefore, podcasts can be considered an effective learning medium for supporting English listening instruction in EFL classrooms. ABSTRAK Untuk memahami bahasa lisan dan terlibat secara efektif dalam komunikasi, mendengarkan merupakan kemampuan penting dalam pemerolehan bahasa Inggris. Namun, kurangnya paparan terhadap materi mendengarkan yang sebenarnya, terminologi baru, dan variasi pengucapan membuat banyak pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) kesulitan memahami bahasa Inggris lisan. Podcast telah menjadi alat pendidikan populer yang menawarkan pengalaman mendengarkan yang bermakna dan masukan mendengarkan yang nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana siswa menggunakan podcast untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan bahasa Inggris mereka. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Lima siswa dari sebuah sekolah menengah di Garut, Jawa Barat, Indonesia, berpartisipasi. Wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas digunakan untuk mengumpulkan data. Model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan, digunakan untuk memeriksa data. Temuan mengungkapkan empat tema utama: podcast meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa, podcast menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, siswa menghadapi tantangan selama kegiatan mendengarkan podcast, dan podcast meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam belajar bahasa Inggris. Temuan menunjukkan bahwa podcast memberikan paparan mendengarkan yang bermakna yang mendukung pengembangan kemampuan mendengarkan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik. Meskipun siswa mengalami kesulitan terkait kosakata dan pengucapan yang tidak familiar, mereka umumnya menganggap podcast bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan. Oleh karena itu, podcast dapat dianggap sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengajaran mendengarkan bahasa Inggris di kelas EFL.

E. Febrianti, Y. Fajriah, Wahid Hasim · 0 citations
Open access Aug 2026

SCAFFOLDING EFL SPEAKING PRACTICE: UNIVERSITY STUDENTS' ENGAGEMENT WITH GEMINI AI FEEDBACK

The rapid development of generative artificial intelligence in language education offers new opportunities to provide immediate and personalized oral feedback; however, its use as digital scaffolding in interactive communication practice remains underexplored. This study aimed to explore how undergraduate English as a Foreign Language (EFL) students engage with generative AI-mediated feedback as a digital scaffolding mechanism during interactive oral communication practice. This qualitative case study involved three intermediate EFL university students at Institut Pendidikan Indonesia Garut, West Java. Data were collected through multi-session oral interactions and semi-structured retrospective interviews and analyzed using Braun and Clarke's six-phase thematic analysis. Vygotsky's Sociocultural Theory and Schmidt's Noticing Hypothesis served as theoretical foundations for understanding scaffolding processes, linguistic awareness, and students' oral interaction development. The findings revealed that Gemini AI functioned as both an affective and cognitive scaffold during speaking practice. Affectively, interaction with AI created a low-anxiety practice environment with minimal social pressure, thereby enhancing students' willingness to communicate. Cognitively, immediate, clear, and objective feedback helped students recognize both linguistic strengths and errors. Linguistically, real-time feedback promoted explicit awareness of tense inconsistencies and lexical misuse while encouraging students to monitor articulation and regulate speaking rate. Despite a technological constraint involving premature turn-taking caused by the AI misinterpreting cognitive pauses as the end of an utterance, students demonstrated digital agency by employing strategic conversational fillers to maintain interactional continuity. Thus, Gemini AI can serve as a low-pressure practice environment that bridges students' readiness toward real-world oral interaction. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan generatif dalam pembelajaran bahasa membuka peluang baru untuk menyediakan umpan balik lisan yang cepat dan personal, tetapi pemanfaatannya sebagai perancah digital dalam praktik komunikasi interaktif masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterlibatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan umpan balik berbasis Kecerdasan Buatan (AI) generatif sebagai mekanisme perancah digital (digital scaffolding) selama praktik komunikasi lisan interaktif. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif yang melibatkan tiga mahasiswa EFL tingkat menengah di Institut Pendidikan Indonesia Garut, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui interaksi lisan dalam beberapa sesi dan wawancara retrospektif semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik enam tahap Braun dan Clarke. Penelitian ini menggunakan Teori Sosiokultural Vygotsky dan Hipotesis Noticing Schmidt sebagai landasan teoretis untuk memahami proses perancahan, kesadaran linguistik, dan perkembangan interaksi lisan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemini AI berfungsi sebagai perancah afektif dan kognitif dalam praktik berbicara. Secara afektif, interaksi dengan AI menciptakan ruang praktik dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah dan minim tekanan sosial sehingga meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk berkomunikasi. Secara kognitif, umpan balik yang cepat, jelas, dan objektif membantu mahasiswa mengenali kekuatan serta kesalahan penggunaan bahasa. Secara linguistik, umpan balik waktu nyata mendorong kesadaran terhadap ketidaktepatan tense dan penggunaan leksikal, sekaligus membantu mahasiswa memantau artikulasi dan mengatur kecepatan berbicara. Meskipun terdapat kendala berupa pemotongan giliran bicara akibat AI salah menginterpretasikan jeda berpikir sebagai akhir tuturan, mahasiswa menunjukkan agensi digital melalui penggunaan penanda percakapan strategis. Dengan demikian, Gemini AI dapat berfungsi sebagai ruang latihan bertekanan rendah yang menjembatani kesiapan mahasiswa menuju interaksi lisan di dunia nyata.

Arda Arda, A. Suminar, Y. Fajriah · 0 citations