TEACHERS’ STRATEGIES IN PROMOTING STUDENTS' SPEAKING SKILL THROUGH YOUTUBE INTEGRATED ENGLISH TEACHING AT UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI BARAT
Abstract
ABSTRACT Students’ difficulties in actively engaging in oral communication remain a particular concern in English language learning, especially when exposure to digital media is not accompanied by sufficient opportunities for speaking. This study explores how YouTube is incorporated into the learning process and how the teacher directs its use to develop students’ speaking skills. The study employed a qualitative approach and involved one English teacher selected through purposive sampling because of the teacher’s direct responsibility for using YouTube and conducting speaking activities in the classroom. Data were obtained through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation, and were subsequently analyzed using open coding, axial coding, and selective coding with the assistance of NVivo 12 Pro. The data revealed that YouTube use began with the selection of appropriate videos, preparation of technological equipment, and the use of videos as learning stimuli. The instructional practices identified included question-and-answer activities, guiding questions, storytelling, speaking motivation, and vocabulary support. However, classroom observations indicated that retelling, opinion sharing, storytelling, and individual questioning were not implemented consistently as reported in the interview. These findings indicate that the presence of YouTube is not the primary determinant of speaking practice; rather, its contribution depends on how the teacher connects audiovisual materials with purposeful and consistent communication activities. Thus, YouTube becomes more meaningful when positioned as part of a pedagogical strategy that guides students from viewing toward meaningful speaking practice. ABSTRAK Kesulitan siswa untuk terlibat secara aktif dalam komunikasi lisan menjadi persoalan tersendiri dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama ketika paparan media digital belum diikuti kesempatan berbicara yang cukup. Kajian ini menelusuri cara YouTube ditempatkan dalam proses pembelajaran serta bagaimana guru mengarahkan penggunaannya untuk membangun keterampilan berbicara siswa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan melibatkan satu guru bahasa Inggris yang dipilih melalui teknik purposive sampling karena memiliki tanggung jawab langsung dalam penggunaan YouTube dan kegiatan berbicara di kelas. Informasi penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian ditelaah menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding dengan bantuan NVivo 12 Pro. Data memperlihatkan bahwa penggunaan YouTube diawali dengan pemilihan video yang sesuai, penyiapan perangkat, dan pemanfaatan video sebagai stimulus pembelajaran. Praktik pengajaran yang teridentifikasi meliputi tanya jawab, pertanyaan pengarah, storytelling, motivasi berbicara, dan dukungan kosakata. Di sisi lain, observasi memperlihatkan bahwa retelling, berbagi pendapat, storytelling, serta pertanyaan individual belum diterapkan secara konsisten sebagaimana dilaporkan dalam wawancara. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberadaan YouTube bukan penentu utama terbentuknya praktik berbicara, melainkan bagaimana guru menghubungkan materi audiovisual dengan aktivitas komunikasi yang terarah dan konsisten. Dengan demikian, YouTube lebih bermakna ketika digunakan sebagai bagian dari strategi pedagogis yang mengantar siswa dari menyimak menuju praktik berbicara yang bermakna.