Skip to content
Open access

KRISIS TEMPORALITAS DALAM PARADIGMA PEMBANGUNAN INDONESIA: PERSPEKTIF FILSAFAT INDIA DAN TIONGKOK

Sep 2026 · Sanjiwani Jurnal Filsafat · 0 citations

Abstract

Artikel ini berargumen bahwa konflik pembangunan di Indonesia tidak dapat dipahami secara memadai jika hanya didekati sebagai persoalan kebijakan publik, ekonomi politik, atau tata kelola administratif. Di balik konflik-konflik tersebut bekerja asumsi yang lebih mendasar, yakni konsepsi waktu linear-progresif yang diperlakukan sebagai kerangka universal dalam paradigma pembangunan modern. Dengan menggunakan pendekatan filosofis-kualitatif, artikel ini mengkaji pembangunan sebagai krisis temporalitas, yaitu kegagalan memahami pluralitas waktu sosial, ekologis, dan kultural yang hidup dalam masyarakat. Melalui analisis komparatif filsafat waktu India dan Tiongkok, ditunjukkan bahwa waktu bukan sekadar parameter teknis, melainkan struktur makna yang mengikat tindakan manusia pada batas, ritme, dan tanggung jawab lintas generasi. Kosmologi siklik India dan konsep ritme alamiah dalam Daoisme menawarkan kritik normatif terhadap logika percepatan, intervensi, dan pertumbuhan tanpa batas yang mendominasi pembangunan modern. Dengan memanfaatkan perspektif chronopolitics, artikel ini menjelaskan bagaimana negara modern mengatur masyarakat melalui pengelolaan waktu—tenggat, target, dan narasi masa depan—yang kerap bertabrakan dengan temporalitas komunitas lokal. Pembacaan atas kasus-kasus pembangunan di Indonesia, khususnya konflik agraria dan ekologis di Papua dan wilayah lain, menunjukkan bahwa ketegangan tersebut merupakan bagian dari pola struktural global di kawasan Selatan Global. Artikel ini menyimpulkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan menuntut reorientasi etis yang mengakui pluralitas temporalitas sebagai variabel normatif, sehingga pertanyaan utama pembangunan bukan semata efisiensi dan pertumbuhan, melainkan dalam waktu siapa dan untuk waktu siapa pembangunan dijalankan.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.