Nilai-Nilai Moral dalam Peribahasa Nias Masyarakat Hiliserangkai: Kajian Etnolinguistik
Abstract
Tujuan – Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam amaedola masyarakat Kecamatan Hiliserangkai serta menjelaskan hubungan bahasa dan budaya yang tercermin di dalamnya. Metode – Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnolinguistik. Sebanyak 10 informan dipilih melalui purposive sampling berdasarkan pengetahuan, pengalaman, penguasaan amaedola, serta keterlibatan dalam kehidupan sosial dan adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, rekaman video, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan – Nilai moral amaedola terbagi menjadi tiga tema, yaitu hubungan manusia dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan. Nilai tersebut meliputi kehati-hatian, kerendahan hati, integritas, tanggung jawab, kesabaran, kesantunan, penghormatan, solidaritas, kepedulian sosial, doa, iman, dan rasa syukur. Kebaruan – Secara etnolinguistik, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai moral amaedola direpresentasikan melalui simbol yang bersumber dari alam, pekerjaan, kehidupan sosial, adat, dan kepercayaan masyarakat Nias. Signifikansi – Amaedola berfungsi sebagai sistem pengetahuan moral sekaligus sarana pendidikan moral, pengendalian sosial, pewarisan nilai budaya, dan pelestarian identitas masyarakat Nias.