IMPLEMENTASI PEMETAAN KEMAMPUAN SISWA MELALUI PERENCANAAN BERBASIS DATA (PBD) DALAM PROGRAM PENINGKATAN LITERASI SISWA
Abstract
ABSTRACT Improving students’ literacy requires planning based on their learning conditions and needs; however, the use of data to map students’ abilities still faces various challenges. This study aimed to describe the implementation of Data-Based Planning (Perencanaan Berbasis Data/PBD), the implementation of a literacy improvement program based on student ability mapping, and the supporting and inhibiting factors at SDN 4 Batuyang. This qualitative study employed a case study design. Data were obtained from 25 informants through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that PBD was implemented through the collection of diagnostic assessment data, Education Report Card data, ANBK/TKA results, and teacher observations, which were collaboratively analyzed to determine program priorities and budgeting in the RKAS. The mapping results were implemented through differentiated learning, a 15-minute reading routine, reading corners and library use, and individual and small-group assistance. Implementation was supported by school collaboration, supervision, facilities, and communication with parents, but constrained by reading interest, diverse literacy abilities, limited reading materials and time, and inadequate literacy support at home. The findings indicate that PBD can serve as an improvement mechanism linking student data with instructional decisions. ABSTRAK Peningkatan literasi siswa memerlukan perencanaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan belajar siswa, tetapi pemanfaatan data untuk memetakan kemampuan siswa masih menghadapi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi pemetaan kemampuan siswa melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD) dalam program peningkatan literasi siswa di SDN 4 Batuyang; (2) mendeskripsikan pelaksanaan program peningkatan literasi berdasarkan hasil pemetaan kemampuan siswa; dan (3) menganalisis faktor pendukung serta faktor penghambat implementasi program peningkatan literasi di SDN 4 Batuyang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data diperoleh dari 20 informan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBD dilaksanakan melalui pengumpulan data asesmen diagnostik, Rapor Pendidikan, hasil ANBK/TKA, dan observasi guru yang dianalisis kolaboratif untuk menentukan prioritas program dan penganggaran dalam RKAS. Hasil pemetaan diterapkan melalui pembelajaran berdiferensiasi, pembiasaan membaca 15 menit, pemanfaatan pojok baca dan perpustakaan, serta pendampingan individual dan kelompok. Pelaksanaan didukung kolaborasi sekolah, supervisi, fasilitas, dan komunikasi dengan orang tua, tetapi terkendala minat baca, keragaman kemampuan, keterbatasan bahan bacaan dan waktu, serta dukungan literasi di rumah. Temuan menunjukkan bahwa PBD dapat menjadi mekanisme perbaikan yang menghubungkan data siswa dengan keputusan pembelajaran.