Skip to content
Review Open access

Nyadran Dam Bagong sebagai Praktik Sosio-Ekologis: Relasi Manusia, Budaya, dan Lingkungan

Aug 2026 · JITSS (Journal of Innovation and Trend in Social Sciences) · 0 citations · 36 references

Abstract

Tradisi Nyadran merupakan praktik budaya yang memuat nilai spiritual, sosial, dan ekologis dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis Nyadran sebagai praktik sosio-ekologis serta menjelaskan relasi manusia, budaya, dan lingkungan, khususnya dalam konteks Nyadran Dam Bagong di Kabupaten Trenggalek. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel yang diterbitkan pada 2021–2026 dan ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda. Seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA dan menghasilkan 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan quality assessment. Data dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyadran direpresentasikan sebagai ritual budaya-spiritual, media penguatan hubungan sosial, dan praktik yang berkaitan dengan lingkungan. Nilai gotong royong, solidaritas, rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta pewarisan pengetahuan lokal menjadi dasar tindakan kolektif dalam pemeliharaan lingkungan dan sumber daya alam. Dalam konteks Dam Bagong, relasi manusia, budaya, dan lingkungan terbentuk melalui keterikatan masyarakat terhadap ruang historis-budaya sekaligus sumber daya air. Temuan ini menegaskan bahwa Nyadran berkontribusi terhadap keberlanjutan sosial-ekologis berbasis budaya lokal.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.