Konstruksi Pengetahuan Matematika Dalam Kearifan Lokal: Tinjauan Epistemologi
Abstract
Artikel ini menganalisis konstruksi pengetahuan matematika dalam kearifan lokal Indonesia melalui perspektif epistemologis. Matematika cenderung dianggap sebagai ilmu formal yang terpisah dari kehidupan sehari-hari, padahal masyarakat adat Indonesia telah lama mempraktikkan konsep-konsep matematis dalam arsitektur, motif tekstil, dan sistem penanggalan tradisional. Melalui kajian pustaka sistematis dengan pendekatan etnomatematika, penelitian ini mengungkapkan tiga dimensi epistemologis utama: (1) sumber pengetahuan matematika lokal berasal dari pengalaman empiris dan interaksi dengan alam; (2) metode justifikasi kebenaran bersifat pragmatis, yakni suatu konsep dianggap benar jika terbukti fungsional dalam kehidupan nyata; dan (3) masyarakat adat memiliki logika internal yang khas tanpa bergantung pada simbolisme formal. Hal ini membuktikan bahwa matematika kearifan lokal merupakan sistem pengetahuan yang berpotensi menjadi jembatan menuju pembelajaran matematika yang lebih inklusif dan berbasis budaya.