MEMBANGUN LINGKUNGAN PESANTREN BEBAS BULLYING PERSPEKTIF TEORI KOGNITIF SOSIAL ALBERT BANDURA DI PONDOK PESANTREN PUTRI HASAN JUFRI
Abstract
ABSTRACT The dynamics of bullying within Islamic boarding schools are intricately intertwined with patterns of social relationships and student character development, thereby demanding sustainable guidance patterns. This study specifically aims to describe and interpret the efforts of asatiz in building a bullying-free pesantren environment at Pondok Pesantren Putri Hasan Jufri from the perspective of Albert Bandura’s Social Cognitive Theory. Employing a qualitative approach with a case study design, data were gathered from 6 asatiz caregivers and 10 female students selected via purposive sampling, alongside an analysis of 8 governance documents. Data collection utilized interviews, observations, and documentation, which were analyzed interactively through data condensation, data display, and conclusion verification. The research findings are mapped into six integrated preventive practices, encompassing the provision of exemplary behavior, delivery of empathetic advice, strengthening of student-to-student relations through mushafahah, encouragement of openness, willingness to listen, and cultivation of self-confidence through khitobah activities. Viewed from the social cognitive framework, these practices articulate the mechanisms of observational learning, modelling, reinforcement, self-efficacy, and reciprocal determinism in shaping a safe and inclusive social climate. This study concludes that bullying prevention is deeply rooted in an integrated mentoring ecosystem that consistently combines behavioral examples, dialogic communication, and the reinforcement of student mentality. ABSTRAK Dinamika bullying di lingkungan pesantren berkelindan erat dengan pola relasi sosial dan pembentukan karakter santri, sehingga menuntut pola pembinaan yang berkelanjutan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan dan memaknai upaya asatiz dalam membangun lingkungan pesantren bebas bullying di Pondok Pesantren Putri Hasan Jufri berdasarkan perspektif Teori Kognitif Sosial Albert Bandura. Menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus, data dihimpun dari 6 orang asatiz pengasuh dan 10 santri putri yang dipilih melalui purposive sampling, serta didukung analisis 8 dokumen tata kelola. Pengumpulan data memanfaatkan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara interaktif melalui kualifikasi kondensasi, penyajian data, serta verifikasi kesimpulan. Temuan penelitian terpetakan dalam enam praktik preventif terpadu, mencakup pemberian keteladanan, penyampaian nasihat empatik, penguatan relasi antarsantri lewat mushafahah, pendorongan keterbukaan, kesediaan mendengarkan, dan pemupukan rasa percaya diri melalui khitobah. Ditinjau dari kerangka kognitif sosial, praktik ini mengartikulasi mekanisme observational learning, modelling, reinforcement, self-efficacy, dan reciprocal determinism dalam membentuk iklim sosial yang aman dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencegahan bullying berakar kuat pada ekosistem pembinaan terpadu yang memadukan contoh perilaku, komunikasi dialogis, serta penguatan mentalitas santri secara konsisten.