Strategi Dakwah Syiah Ismailiyyah pada Masa Puncak Kekuasaan Dinasti Fatimiyyah:
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi dakwah Syiah Ismailiyyah pada masa puncak kekuasaan Dinasti Fatimiyyah, khususnya selama era Al-Muʿizz li-Dīnillāh (953-975). Periode ini penting karena menandai konsolidasi dan ekspansi Dinasti Fatimiyyah, di mana dakwah Ismailiyyah berperan signifikan sebagai instrumen legitimasi politik dan penyebaran doktrin. Berbeda dengan kajian sebelumnya yang cenderung deskriptif, penelitian ini secara spesifik menganalisis, menganalisis efektivitas, dan menyoroti mekanisme implementasi beragam strategi dakwah, baik yang bersifat terbuka maupun rahasia (sirr), serta interkoneksinya dengan struktur kekuasaan Fatimiyyah. Dengan menggunakan pendekatan historis-analitis melalui kajian pustaka komprehensif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah pada era Al-Muʿizz melibatkan pengembangan jaringan daʿī yang terorganisir, penyebaran literatur doktrinal yang canggih, dan pemanfaatan momentum politik untuk memperkuat basis pengikut. Strategi efektivitas ini tidak hanya berhasil menarik simpati dan konversi, tetapi juga fundamental dalam memperkuat kohesi sosial dan politik di wilayah kekuasaan Fatimiyyah. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa tentang mekanisme penyebaran ideologi keagamaan dalam konteks negara-bangsa awal, serta menyoroti peran sentral dakwah dalam arsitektur kekuasaan Ismailiyyah.