Eksplorasi Etnomatematika Tradisi Upacara Adat Masyarakat di Kabupaten Kebumen
Abstract
Keterbatasan penerapan matematika dalam budaya sebagai sumber belajar mengakibatkan pengajaran yang cenderung abstrak dan kurang kontekstual bagi siswa. Studi ini mengeksplorasi konsep etnomatematika dalam upacara tradisional Haul Syekh Ibrahim Asmoroqondi yang dipraktikkan oleh masyarakat di Desa Kuwarisan, Kabupaten Kebumen. Melalui pendekatan etnografi kualitatif, studi ini mengungkapkan nilai-nilai budaya yang kaya akan makna matematika, khususnya dalam tradisi ingkung suran yang diadakan setiap Jumat Kliwon selama bulan Muharram atau Suro. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen, dengan informan kunci adalah pemimpin masyarakat dan pengelola Geopark Kebumen. Temuan menunjukkan bahwa konsep bilangan tercermin dalam kegiatan berhitung yang dilakukan oleh masyarakat, urutan bilangan diidentifikasi melalui filosofi amal, operasi campuran diilustrasikan dalam kegiatan “dhahar kembul”, dan kelipatan persekutuan terkecil digunakan untuk menentukan tanggal pasti pelaksanaan tradisi tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya lokal dapat berfungsi sebagai sumber pembelajaran matematika yang menyenangkan dan relevan secara kontekstual sekaligus melestarikan kearifan lokal. Rekomendasi berdasarkan temuan tersebut adalah pengembangan materi pembelajaran berbasis budaya sebagai strategi pembelajaran alternatif yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa secara bermakna, kontekstual, dan selaras dengan kehidupan sehari-hari mereka.