Skip to content
Open access

Pemanfaatan Lahan Kosong Menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA ) Menuju Kesehatan Berkelanjutan

Sep 2026 · PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat · 0 citations · 4 references

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) memberikan banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Sejak dahulu tanaman-tanaman berkhasiat ini dimanfaatkan oleh orang-orang sebagai obat-obatan herbal. Tanaman yang dipilih biasanya adalah tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati masalah kesehatan yang sederhana seperti flu dan batuk. Pemanfaatan TOGA juga dapat menjadi salah satu upaya masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai tanaman yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pemberdayaan berbasis komunitas dengan beberapa tahapan, yaitu observasi, sosialisasi, praktik penanaman, serta perawatan dan pemantauan tanaman. Kegiatan dilaksanakan di Jorong Saruaso Barat, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dalam proses penanaman dan perawatan TOGA. Adapun tanaman yang ditanam yaitu serai, jahe, betadine, jarak pagar, kumis kucing, puding hitam, sidingin, cemara, sambang darah dan lidah buaya kegiatan ini dilanjutkan dengan perawatan berkala sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman di lingkungan sekitar sebagai salah satu sumber daya yang dapat mendukung kesehatan keluarga.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.