Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Moisturizer Gel dari Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.)
Abstract
Latar belakang: Radikal bebas adalah salah satu penyebab permasalahan kulit dan penuaan dini, sehingga dibutuhkan antioksidan untuk menghambat proses tersebut. Daun seledri (Apium graveolens L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Untuk memformulasikan ekstrak daun seledri dalam bentuk sediaan gel pelembab, mengevaluasi sifat fisik sediaan, serta menguji aktivitas antioksidan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara kuantitatif yang melibatkan ekstraksi maserasi dengan etanol 70%, formulasi sediaan, evaluasi sifat fisik, dan pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri berhasil diformulasikan ke dalam sediaan gel pelembab yang memenuhi persyaratan fisik sediaan gel, ditandai dengan organoleptis dan homogenitas yang baik, pH sesuai rentang pH kulit, daya sebar dan daya lekat memenuhi standar, viskositas berada dalam rentang yang dipersyaratkan, serta stabil tanpa terjadi pemisahan fase. Nilai IC50 vitamin C sebesar 7,4 µg/mL tergolong sangat kuat, sedangkan nilai IC50 sediaan F0, F1, F2, F3 berturut-turut sebesar -3968,6 µg/mL, 7607,1 µg/mL, 4179,3 µg/mL, dan 3060,2 µg/mL. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, aktivitas antioksidan sediaan gel pelembab ekstrak daun seledri tergolong lemah (>200 µg/mL), meskipun demikian peningkatan konsentrasi ekstrak menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas antioksidan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri berhasil diformulasikan ke dalam sediaan gel pelembab dengan sifat fisik yang baik, namun diperlukan optimalisasi formula lebih lanjut untuk meningkatkan aktivitas antioksidannya sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal sebagai produk perawatan kulit.