Aug 2026· Jurnal Multidisiplin Indonesia· Vol 5, pp. 1471-1492· 0 citations· 6 references
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam perjanjian kredit serta mekanisme penyelesaian apabila terjadi wanprestasi, mengingat praktik ini semakin banyak digunakan dalam pemberian kredit kepada ASN namun belum diatur tegas dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus, guna mengkaji persoalan tersebut secara komprehensif dari sisi norma, konsep, maupun praktik peradilan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, putusan pengadilan, dan dokumen hukum lainnya, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SK ASN sebagai jaminan kredit merupakan praktik yang berkembang dalam dunia perbankan dan didasarkan pada asas kebebasan berkontrak serta ketentuan mengenai jaminan umum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun demikian, secara yuridis SK ASN bukan merupakan objek jaminan kebendaan yang dapat dieksekusi sebagaimana lembaga jaminan yang diakui dalam sistem hukum Indonesia, sehingga kedudukannya rentan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi para pihak. Penyerahan SK ASN lebih berfungsi sebagai instrumen administratif dan bentuk tekanan moral agar debitur memenuhi kewajiban pembayaran kredit, bukan sebagai jaminan kebendaan dalam arti yuridis. Dalam hal terjadi wanprestasi, penyelesaian dilakukan melalui upaya nonlitigasi, seperti somasi dan restrukturisasi kredit, maupun litigasi apabila diperlukan, sedangkan pelunasan lebih mengandalkan mekanisme pemotongan gaji atau hak pensiun sesuai ketentuan yang berlaku. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi kedudukan hukum SK ASN dalam perjanjian kredit serta penerapan prinsip kehati-hatian oleh perbankan, sehingga dapat memberikan kepastian hukum yang lebih jelas dan perlindungan memadai bagi para pihak, baik kreditur maupun debitur.
Pengawasan keuangan negara merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta menjamin akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik. Namun, masih terdapat persoalan normatif mengenai penafsiran dan pembuktian kerugian keuangan negara yang berpotensi menimbulkan ke...
Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang pesat telah mengubah pola pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data pribadi dalam skala masif. Anak sebagai kelompok rentan yang belum memiliki kematangan penuh dalam melindungi haknya menjadi sasaran utama pengumpulan data tanpa persetujuan sah, yang selanjutn...
Samuel Serpico Hasian Nainggolan, Tanudjaja Tanudjaja· Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora...· 0 citations
Kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang menimbulkan dampak serius tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan sosial bagi korban. Sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan seksual dan keterbatasan regulasi sebelumnya, Indonesia mengesahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022...
Dina Agisti, Shifany Maulida· Jurnal Ilmu Hukum· 0 citations
Pembiayaan fidusia mendukung akses kredit, tetapi ketimpangan posisi tawar antara kreditur dan debitur menimbulkan persoalan keadilan kontraktual dan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk ketidakseimbangan kedudukan para pihak dalam perjanjian fidusia serta peran negara dalam mewujudkan kesei...
Ali Heru, Sidi Ahyar Wiraguna, Melani Darman· Jurnal Hukum Indonesia· 0 citations
Penelitian ini bertujuan menganalisis penegakan hukum oleh kepolisian terhadap pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak di Kota Jayapura serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara deng...
Rahul Rahul, Y. Bakti, Salesius Jemaru et al.· Jurnal Hukum Indonesia· 0 citations
Praktik perusahaan menahan ijazah asli pekerja sebagai jaminan kepatuhan dalam hubungan kerja masih ditemukan di Indonesia dan menimbulkan permasalahan mengenai legalitas klausul yang mengatur praktik tersebut serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas klausul pen...
Muhamad Abu Nuh Nur, A. Fitria, Horadin Saragih et al.· Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora...· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.