ABSTRAK: Budaya literasi dipahami sebagai fondasi penting dalam pendidikan dasar karena mendukung kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan kesiapan siswa menghadapi pembelajaran abad ke-21. Rendahnya minat baca dan keterlibatan siswa menunjukkan perlunya strategi literasi yang inovatif, kontekstual, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis upaya membangun budaya literasi pada siswa kelas V MIS Aisyiyah Wilayah Sumatera Utara Pasar 9 melalui kegiatan inovatif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan siswa kelas V yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membaca bersama selama 20 menit di perpustakaan, kegiatan mendongeng, dan penulisan pengalaman harian meningkatkan keterlibatan, motivasi membaca, kesiapan belajar, kemampuan menyimak, kosakata, imajinasi, serta keberanian mengekspresikan gagasan. Temuan ini menegaskan bahwa budaya literasi berkembang melalui pembiasaan yang konsisten, lingkungan yang mendukung, dan keterlibatan aktif guru-siswa. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan konteks sekolah yang lebih beragam dan menggunakan pendekatan campuran.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna mukemel dalam pembentukan karakter siswa, menganalisis proses internalisasinya melalui praktik dan budaya sekolah, serta mengidentifikasi kendala penerapannya di SMK Negeri 5 Takengon. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposiv...
Sabda Sabda, Rambang Muharramsyah, Muhammad Iqbal· Indonesian Journal of Islami...· 0 citations
Gerakan Literasi Sekolah merupakan upaya membangun kebiasaan membaca dan mendukung kemampuan literasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah pada siswa kelas IV SD Negeri 7 Palu, meliputi pelaksanaan kegiatan, pengawasan, evaluasi, serta dukungan dan ke...
Literasi dan minat belajar merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak sekolah dasar. Namun, kemampuan literasi dan ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada lingkungan pendidikan yang memiliki keterbatasan pendampingan belajar. Pe...
Akhiruddin Pulungan, E. Pane, Nur Hayani Hasibuan et al.· Journal of Contemporary Gend...· 0 citations
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka memerlukan sumber belajar yang mendukung akses siswa terhadap materi, fasilitasi guru, dan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan buklet digital interaktif pada materi budidaya sayuran hidro...
M. Abadi, Siti Faizah, Riska Pristiani· Wahana matematika dan sains....· 0 citations
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kepala sekolah dalam mengimplementasikan budaya literasi di sekolah dasar yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling), serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan u...
Dwi Indarwati, M. Badrun, T. Hendrowati et al.· Jurnal Tunas Pendidikan· 0 citations
Pembentukan sikap toleransi siswa merupakan bagian penting dari pendidikan Islam yang dapat dikembangkan melalui budaya sekolah. Salah satu nilai yang relevan dalam proses tersebut adalah tawassuth, yaitu sikap moderat, seimbang, adil, dan tidak berlebihan dalam menghadapi perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk meng...
Muhammad Khairil Ummami, Muhammad Tohir Ritonga, Nikmah Royani Harahap· Indonesian Journal of Innova...· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.