Skip to content
Open access

Pengembangan Model Pendidikan Kebencanaan Inklusif Berperspektif Gender untuk Anak Usia Dini

Oct 2026 · Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research · 0 citations · 15 references

Abstract

Anak usia dini termasuk kelompok yang memiliki tingkat kerentanan tinggi ketika menghadapi bencana. Risiko tersebut menjadi semakin besar pada anak berkebutuhan khusus dan anak perempuan karena pendidikan keselamatan masih banyak dirancang secara umum serta belum sepenuhnya mempertimbangkan perbedaan kebutuhan dan perspektif gender. Penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan serta mengkaji Model Pendidikan Kebencanaan Inklusif Berperspektif Gender bagi Anak Usia Dini yang menyeluruh, mudah diterapkan, dan sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research), dengan data yang diperoleh dari berbagai dokumen kebijakan, panduan pendidikan, dan artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan selama periode 2019–2026. Analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dan analisis tematik, sedangkan validitas temuan diperkuat melalui triangulasi teori yang mencakup perspektif pendidikan anak, kajian gender, dan ilmu kebencanaan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan prinsip inklusi dapat mendukung penyediaan sarana fisik yang adaptif, bahan pembelajaran yang disesuaikan, serta bentuk pendampingan sensorik sesuai kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Sementara itu, perspektif gender dapat digunakan untuk mengurangi stereotip melalui pemberian kesempatan yang seimbang kepada anak perempuan dalam mengembangkan kepemimpinan dan keterampilan bertahan hidup, serta mendorong anak laki-laki untuk mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat sekaligus mengembangkan empati. Model tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan bermain (play-based learning) sehingga konsep kesiapsiagaan dan resiliensi psikologis diperkenalkan secara menyenangkan tanpa memberikan tekanan atau pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma. Dengan demikian, pendidikan kebencanaan yang inklusif dan sensitif terhadap gender dapat menjadi landasan strategis bagi pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang setara, manusiawi, dan berkelanjutan.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.