Oct 2026· Jurnal Manajemen Dakwah· Vol 7, pp. 1-14· 0 citations· 10 references
Abstract
Zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi umat sekaligus sebagai sarana dakwah bil hal yang konkret. Namun, pengelolaannya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya literasi masyarakat, lemahnya tata kelola kelembagaan, hingga distribusi yang masih bersifat konsumtif. Penelitian ini mengkaji optimalisasi manajemen ZIS sebagai instrumen dakwah ekonomi dalam pemberdayaan umat dengan pendekatan kualitatif studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi ZIS mencakup penguatan tata kelola berbasis syariah dan transparansi, transformasi distribusi konsumtif menuju produktif, digitalisasi pengelolaan dan pelaporan, kolaborasi lintas sektor dan kemitraan strategis, serta penguatan literasi dan dakwah edukatif kepada masyarakat. ZIS yang dikelola secara profesional dan akuntabel terbukti mampu memberdayakan mustahik menjadi muzaki, menciptakan kemandirian ekonomi, dan memperkuat solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi manajemen ZIS tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen dakwah yang efektif dalam membangun kepercayaan umat dan mewujudkan keadilan sosial sesuai dengan maqāṣid al-sharī‘ah.
Artikel ini mengkaji proses pengambilan keputusan dalam manajemen dakwah Khalifah Umar bin Khattab melalui pendekatan mixed scanning (pemindaian campuran) yang dikonseptualisasikan oleh Amitai Etzioni. Di tengah kompleksitas perluasan wilayah dan perubahan sosial-politik yang pesat pada abad ketujuh, pemerintahan Umar...
Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekowisata dan dinamika partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan Wisata Alam Pasir Batang yang berada di kawasan zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Ciremai, Desa Karangsari, Kabupaten Kuningan. Tren wisata alam dan agrowisata ini mengalami perkembangan pesat de...
Ariel Ruwanda, Aden Kurniadi, Raeshard Dzikra R et al.· Jurnal Pengabdian Sosial· 0 citations
Penelitian ini menganalisis strategi dakwah Syiah Ismailiyyah pada masa puncak kekuasaan Dinasti Fatimiyyah, khususnya selama era Al-Muʿizz li-Dīnillāh (953-975). Periode ini penting karena menandai konsolidasi dan ekspansi Dinasti Fatimiyyah, di mana dakwah Ismailiyyah berperan signifikan sebagai instrumen legitimasi...
Muhammad Rafi Akbar Nasuha, Abdul Ghoni, M. A. Sanwar· JSI: Jurnal Sejarah Islam· 0 citations
Pengembangan ekowisata berbasis perdesaan pada hakikatnya bukan sekadar ekspansi industri rekreasi, melainkan upaya memuliakan hubungan timbal balik antara manusia, alam, dan tradisi leluhur. Kajian ini menelaah bagaimana potensi lokal—yang mencakup kekayaan ekologis, tata ruang tradisional, serta nilai-nilai kearifan...
I. Wijaya, Ni Made Jaya Senastri, L. Suryani et al.· Punggawa Global Research: Ju...· 0 citations
Keterbatasan penerapan matematika dalam budaya sebagai sumber belajar mengakibatkan pengajaran yang cenderung abstrak dan kurang kontekstual bagi siswa. Studi ini mengeksplorasi konsep etnomatematika dalam upacara tradisional Haul Syekh Ibrahim Asmoroqondi yang dipraktikkan oleh masyarakat di Desa Kuwarisan, Kabupaten...
Afsya Meylaningsih, E. Astuti, Arya Bagaskara et al.· MANDALIKA Mathematics and Ed...· 0 citations
Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia bukan semata-mata persoalan ekologi-politis, melainkan sebuah tragedi spiritual yang menuntut pertanggungjawaban teologis. Bagi gerakan Pantekosta, khususnya Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), penekanan yang kuat pada eskatologi dan urgens...
Andre Yosua M, Nelly· Jurnal Pustaka Cendekia Huku...· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.