Skip to content
Open access

The Philosophy of Language as a Framework for Clarity, Meaning, and Critical Thinking: A Discourse Analysis

Aug 2026 · Jurnal Pendidikan Tambusai · 0 citations · 26 references

Abstract

Bahasa membangun dan memfasilitasi pemikiran dan realitas sosial, namun ambiguitas semantik, kebingungan konseptual, dan manipulasi retorika semakin marak dalam wacana akademik, publik, dan pendidikan saat ini. Bahkan dengan adanya metode filosofis canggih untuk analisis makna linguistik, kesenjangan antara filsafat bahasa sebagai studi akademik dan penggunaannya secara praktis dalam konteks komunikasi profesional dan pendidikan tetap sangat besar. Studi ini bertujuan: (1) untuk mengidentifikasi dan mengartikulasikan manfaat inti dari mempelajari filsafat bahasa untuk praktik komunikatif; (2) untuk memeriksa bagaimana kerangka kerja filosofis teori permainan bahasa Wittgenstein, teori tindak tutur Austin, dan teori intensionalitas Searle dapat dioperasionalkan untuk meningkatkan kejelasan, makna, dan pemikiran kritis dalam wacana akademik, publik, dan pendidikan; dan (3) untuk mengusulkan Kerangka Kerja Filosofis-Linguistik Terintegrasi (IPLF) yang menyatukan sumber daya teoretis ini ke dalam model analitis dan pedagogis yang koheren. Metodologi penelitian yang diadopsi adalah analisis wacana kualitatif. Korpus penelitian ini diambil sampelnya secara purposif dan terdiri dari tiga puluh teks, yang dibagi rata menjadi tiga domain: tulisan akademis, wacana kebijakan publik, dan komunikasi pendidikan. Teks-teks tersebut dianalisis melalui lensa interpretatif teori permainan bahasa Wittgenstein (1953), teori tindak tutur Austin (1962), dan teori intensionalitas Searle (1969). Pengkodean sistematis mengungkapkan contoh-contoh ketidakpastian semantik, kegagalan ilokusi, dan opasitas epistemik. Tiga temuan utama muncul: (1) filsafat bahasa menawarkan kerangka acuan meta-linguistik yang ketat bagi penutur dan penulis untuk mendeteksi dan menyelesaikan ambiguitas konseptual; (2) teori tindak tutur dan konsep performativitas memperjelas perbedaan antara apa yang dikatakan dan apa yang dimaksudkan, yang mengarah pada peningkatan kompetensi pragmatik yang signifikan; dan (3) pendekatan filosofis-linguistik terintegrasi terbukti meningkatkan pemikiran kritis dengan memungkinkan komunikator untuk mempertanyakan asumsi, menilai validitas argumen, dan mengidentifikasi manipulasi retorika. Filsafat bahasa adalah disiplin intelektual dan sumber daya praktis yang transformatif. IPLF yang ditawarkan di sini menyediakan kerangka kerja yang koheren untuk pendidikan bahasa dan analisis wacana kritis serta pengembangan komunikasi profesional dan memiliki konsekuensi bagi desain kurikulum, komunikasi institusional, dan tanggung jawab epistemik dalam kehidupan publik.

Read PDF

Similar papers

Open access Sep 2026

Ironic Language Style in Social Media Comment Sections and Its Implications for Figurative Meaning Learning in Sixth-Grade Elementary School

Gaya bahasa sindiran semakin marak digunakan pada kolom komentar akun media sosial tokoh publik, namun penelitian yang mengaitkan fenomena wacana digital ini dengan kompetensi memahami makna kiasan pada peserta didik sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan makna pragmatis gaya b...

Fikri Fikri, A. Saripudin, Arya David Pratama et al. · 0 citations
Open access Sep 2026

Minority Discourse in Abdurrahman Wahid’s Thought: A Critical Discourse Analysis of Tabayun Gus Dur from an Islamic Communication Perspective

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana kritis pemikiran Abdurrahman Wahid tentang kelompok minoritas dalam perspektif Komunikasi Islam melalui buku Tabayun Gus Dur: Pribumisasi Islam, Hak Minoritas, Reformasi Kultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data pri...

Ahmad Imanda, Fitri Yanti, Mubasit · 0 citations
Open access Aug 2026

Analisis Komparatif Konsep Isti'ārah dalam Balāgah dan Conceptual Metaphor Theory George Lakoff

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif konsep isti‘ārah dalam balāgah Arab dan Conceptual Metaphor Theory (CMT) yang dikemukakan oleh George Lakoff guna mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta kontribusi teoretis keduanya terhadap kajian metafora. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif...

Hendry Badawi, Mohamad Harjum, Khairuddin Khairuddin · 0 citations
Review Open access Sep 2026

Translating the Institutional Collective Action Framework to National Cybersecurity Governance: A Conceptual Review for Indonesia

Tata kelola keamanan siber nasional membutuhkan koordinasi antar organisasi publik dan aktor infrastruktur kritis yang memiliki mandat, sumber daya, dan informasi yang berbeda, sekaligus menghadapi risiko lintas batas. Tinjauan konseptual ini mengkaji bagaimana kerangka Aksi Kolektif Institusional (ICA) dapat menjelask...

Juli Salamira, D. Ferriswara, Amirul Mustofa · 0 citations
Open access Sep 2026

KRISIS TEMPORALITAS DALAM PARADIGMA PEMBANGUNAN INDONESIA: PERSPEKTIF FILSAFAT INDIA DAN TIONGKOK

Artikel ini berargumen bahwa konflik pembangunan di Indonesia tidak dapat dipahami secara memadai jika hanya didekati sebagai persoalan kebijakan publik, ekonomi politik, atau tata kelola administratif. Di balik konflik-konflik tersebut bekerja asumsi yang lebih mendasar, yakni konsepsi waktu linear-progresif yang dipe...

Patricius Neonnub · 0 citations
Open access Aug 2026

TEACHING STRATEGIES AND METHODS IN THE ARABIC LANGUAGE CURRICULUM

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh stagnasi metodologi konvensional dan rendahnya integrasi teknologi dalam kurikulum bahasa Arab yang menghambat kompetensi komunikatif abad ke-21. Masalah utama terletak pada kesenjangan antara teori kurikuler dan praktik kelas yang kaku. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model...

Ahmad Sobri Maulana, A. Hermawan, E. Fauzia et al. · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.